SIDOARJO – Perkembangan aset BMT NU Sidoarjo terus menunjukkan pertumbuhan positif. Memasuki tahun ketiga operasionalnya, lembaga keuangan syariah di bawah naungan BUM NU Sidoarjo tersebut berhasil mencatatkan total aset kelolaan lebih dari Rp15 miliar pada tutup buku tahun 2025.
Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) III BMT NU Sidoarjo yang digelar di Aula Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan tahunan ini diikuti sekitar 200 anggota dan turut dihadiri jajaran PCNU Sidoarjo, Ketua MWCNU se-Kabupaten Sidoarjo, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sidoarjo, serta sejumlah tamu undangan.
Pertumbuhan aset yang dicapai BMT NU Sidoarjo menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan lembaga tersebut. Jika pada tahun sebelumnya aset yang dikelola berada di kisaran Rp10 miliar, kini nilainya telah meningkat menjadi lebih dari Rp15 miliar.
Pertumbuhan BMT NU Sidoarjo Mendapat Apresiasi
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sidoarjo, M. Edi Kurniadi, memberikan apresiasi terhadap perkembangan BMT NU Sidoarjo yang dinilainya cukup pesat. Dalam waktu yang relatif singkat, jumlah anggota dan aset yang dikelola terus mengalami peningkatan.
Saat memasuki tahun ketiga, BMT NU Sidoarjo tercatat telah memiliki 937 anggota dengan total aset kelolaan mencapai sekitar Rp15 miliar. Menurut Edi, perkembangan tersebut menjadi modal yang perlu dijaga melalui komitmen bersama antara pengurus, pengelola, dan seluruh anggota koperasi.
“Nah, ini yang penting, patut kita jaga bersama. Selaku anggota KSPPS tentunya harus punya komitmen yang tinggi untuk bagaimana menjaga koperasi ini tentunya bertahan, tapi kalau bisa harus lebih besar lagi,” katanya.
Ia menilai keberlangsungan koperasi tidak hanya bergantung pada pengelolaan internal. Partisipasi dan kepercayaan anggota juga menjadi bagian penting dalam menjaga pertumbuhan lembaga agar dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Aset BMT NU Sidoarjo Naik dari Rp10 Miliar ke Rp15 Miliar
Ketua BMT NU Sidoarjo, H. Isa Hasanudin, menjelaskan bahwa RAT menjadi agenda rutin yang digunakan untuk mengevaluasi perjalanan lembaga selama satu tahun. Pada RAT III ini, BMT NU Sidoarjo menyampaikan laporan pertanggungjawaban sekaligus hasil tutup buku tahun 2025.
Salah satu hasil yang menjadi perhatian adalah pertumbuhan aset yang mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Dari kisaran Rp10 miliar, aset kelolaan BMT NU Sidoarjo kini telah mencapai lebih dari Rp15 miliar.

“Alhamdulillah, di tahun yang ketiga ini kita berhasil membukukan seluruh total aset yang dikelola sebesar Rp15 miliar lebih. BMTNU Sidoarjo hingga saat ini sudah memiliki lima kantor layanan dan 13 agen. Target di tahun 2026 harapan kita bisa mencapai Rp25 miliar,” ungkapnya.
Capaian tersebut menjadi dorongan bagi BMT NU Sidoarjo untuk terus memperkuat jaringan dan meningkatkan akses layanan. Hingga awal 2026, BMT NU Sidoarjo telah menjalankan lima kantor layanan serta didukung oleh 13 agen yang membantu mendekatkan berbagai layanan kepada anggota dan masyarakat.
Target 500 Agen untuk Memperluas Jangkauan Layanan
Selain mengejar pertumbuhan aset, BMT NU Sidoarjo juga menyiapkan rencana ekspansi jaringan melalui pengembangan agen. Pada tahun 2026, lembaga ini didorong untuk memperluas jumlah agen hingga mencapai 500 titik.
Pengembangan jaringan tersebut diharapkan dapat membuat layanan BMT NU Sidoarjo semakin mudah dijangkau oleh masyarakat di berbagai wilayah. Salah satu harapan yang dicanangkan adalah tersedianya minimal satu agen BMT NU di setiap desa di Kabupaten Sidoarjo.
Kehadiran agen menjadi bagian dari strategi untuk memperluas jangkauan transaksi sekaligus membangun ekosistem layanan yang lebih dekat dengan masyarakat. Dengan semakin banyak titik layanan, anggota tidak harus selalu datang ke kantor untuk mengakses kebutuhan transaksi tertentu.
BMT NU Sidoarjo juga memiliki rencana untuk menambah kantor layanan baru. Pengembangan tersebut diarahkan ke wilayah 14 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama atau MWCNU yang belum memiliki kantor layanan BMT NU Sidoarjo.
Serahkan SHU dan Zakat dalam RAT III
RAT III juga menjadi momentum penyerahan Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada sejumlah MWCNU yang telah berperan dalam membuka dan mendukung kantor layanan BMT NU Sidoarjo.
“Kami juga menyerahkan Sisa Hasil Usaha kepada empat MWCNU yang telah membuka kantor layanan BMT NU Sidoarjo,” ujar Isa Hasanudin.
Selain penyerahan SHU, BMT NU Sidoarjo turut menyalurkan zakat kepada LAZISNU PCNU Sidoarjo. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen lembaga dalam menjalankan perannya di bidang ekonomi sekaligus memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, BMT NU Sidoarjo juga menyiapkan langkah untuk mengoptimalkan penggunaan MyBNS Mobile bagi seluruh anggota. Penguatan layanan digital ini diharapkan dapat memberikan kemudahan transaksi dan mendukung perkembangan layanan BMT NU Sidoarjo di tengah perubahan kebutuhan masyarakat.
“Tak kalah penting, BMTNU Sidoarjo akan melakukan optimalisasi penggunaan aplikasi MyBNS Mobile untuk seluruh anggota,” pungkasnya.
Menatap Target Aset Rp25 Miliar pada 2026
Setelah mencatatkan pertumbuhan signifikan selama tiga tahun perjalanan, BMT NU Sidoarjo kini memasang target yang lebih tinggi. Pada 2026, lembaga tersebut menargetkan aset kelolaan dapat meningkat hingga mencapai Rp25 miliar.
Target tersebut akan didukung melalui sejumlah langkah, mulai dari penambahan jaringan kantor layanan, perluasan agen, peningkatan jumlah anggota, hingga pengoptimalan layanan digital melalui MyBNS Mobile.
Pertumbuhan aset BMT NU Sidoarjo menjadi gambaran dari upaya lembaga untuk terus memperkuat perannya dalam menyediakan layanan keuangan berbasis syariah bagi masyarakat. Dengan dukungan anggota, jaringan Nahdlatul Ulama, serta pengembangan layanan yang semakin luas, BMT NU Sidoarjo berharap dapat terus tumbuh sekaligus memberikan manfaat bagi perekonomian warga dan masyarakat Sidoarjo.

