SIDOARJO – BMT NU Sidoarjo berkolaborasi dengan Pesantren Al-Hidayah Tanggulangin dalam menggelar kegiatan Bincang Bisnis Bersama Santri, Kamis (30/10/2025). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2025 tersebut digelar di Aula Pesantren Al-Hidayah sebagai upaya mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi di kalangan santri.
Mengangkat tema “Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur di Kalangan Santri”, kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang. Mereka adalah Manager BMT NU Sidoarjo R. Rizki Ansanta, S.Sos., M.M., Konsultan UKM dan Koperasi Kalih Nurrohman, serta Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sidoarjo M. Zakaria Dimas.
Melalui forum diskusi tersebut, para santri memperoleh wawasan mengenai dunia usaha, peluang bisnis, serta pentingnya membangun kemandirian ekonomi sejak dini. Kehadiran para praktisi dan pelaku usaha juga diharapkan dapat memberikan gambaran nyata kepada santri tentang proses membangun dan mengembangkan sebuah usaha.
Pesantren dan Potensi Kemandirian Ekonomi Santri
Manager BMT NU Sidoarjo, R. Rizki Ansanta, menjelaskan bahwa pesantren memiliki peran yang luas dalam mempersiapkan generasi masa depan. Selain menjadi tempat pembentukan karakter, spiritualitas, dan nilai moral, lingkungan pesantren juga mempunyai potensi besar untuk melahirkan generasi yang mandiri secara ekonomi.
Menurutnya, perkembangan ekonomi yang terus berubah membutuhkan semakin banyak generasi muda yang berani mengambil peluang dan menciptakan usaha. Santri pun memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang menjadi pelaku ekonomi yang mampu memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Melalui Bincang Bisnis ini, kami ingin memberikan inspirasi dan dorongan bahwa santri tidak hanya siap menjadi pendakwah, tetapi juga mampu menjadi pengusaha yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” katanya.
Kegiatan Bincang Bisnis Bersama Santri menjadi ruang untuk mempertemukan para santri dengan pelaku usaha dan lembaga keuangan syariah. Dengan adanya pertemuan tersebut, santri diharapkan tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga mendapatkan motivasi serta pengalaman langsung dari para narasumber.
Dorong Lahirnya Usaha dari Lingkungan Pesantren
Selain menumbuhkan minat berwirausaha, kegiatan ini juga bertujuan memperkenalkan berbagai potensi bisnis yang dapat dikembangkan dari lingkungan pesantren. Potensi tersebut dapat menjadi awal bagi lahirnya usaha mikro, bisnis mandiri, hingga pengembangan startup yang mampu tumbuh secara berkelanjutan.
BMT NU Sidoarjo berharap kolaborasi dengan pesantren dapat menjadi langkah untuk memperkuat ekosistem ekonomi umat. Pesantren memiliki sumber daya dan potensi yang besar, sehingga pengembangan usaha di lingkungan pesantren dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi para santri maupun masyarakat sekitar.
“Dengan kolaborasi ini, BMT NU Sidoarjo berharap ekonomi pesantren semakin tumbuh kuat dan menjadi basis pemberdayaan umat di masa depan,” ungkap Rizki.
Sebagai lembaga keuangan syariah, BMT NU Sidoarjo juga membuka peluang sinergi dengan pesantren yang ingin merintis maupun mengembangkan usaha. Dukungan tersebut dapat dilakukan melalui layanan pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan usaha.
“Kami ingin bersinergi dengan pesantren-pesantren terutama yang ingin merintis sebuah usaha atau bisnis. Harapannya, usaha tersebut bisa sukses dan menjadi penopang kegiatan-kegiatan di pesantren,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan usaha di pesantren dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkuat kemandirian lembaga. Ketika unit usaha mampu berkembang dengan baik, hasilnya diharapkan dapat ikut menopang berbagai kegiatan dan program yang dijalankan pesantren.
Santri Perlu Memiliki Bekal Keterampilan Bisnis
Pengasuh Pesantren Al-Hidayah, Gus Abdul Ghofur Syafi’, menyambut baik terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pembekalan mengenai dunia usaha menjadi hal penting bagi santri sebagai salah satu persiapan setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.
“Kami sangat menyambut baik kegiatan seperti ini, yaitu mengajak santri melek atau mengasah skill di bidang bisnis. Karena seorang santri itu harus kaya dan mandiri agar tidak bergantung kepada orang lain,” tuturnya.
Pemahaman mengenai bisnis dinilai dapat melengkapi berbagai bekal yang diperoleh santri selama menempuh pendidikan. Dengan keterampilan dan wawasan kewirausahaan, santri diharapkan mampu melihat peluang serta menciptakan aktivitas ekonomi yang produktif.
Hal senada juga disampaikan Ketua HIPMI Sidoarjo M. Zakaria Dimas dalam pemaparannya. Ia mengingatkan para peserta bahwa langkah awal dalam membangun bisnis adalah keberanian untuk memulai dan mengambil tindakan.
“Adapun cara memulai bisnis harus menjadi superman dulu, baru kemudian super team,” paparnya.
Pesan tersebut menggambarkan pentingnya membangun kemampuan dan keberanian secara mandiri sebelum mengembangkan sebuah tim. Dalam proses merintis usaha, gagasan perlu diwujudkan melalui langkah nyata agar dapat berkembang menjadi kegiatan bisnis yang berjalan.
Antusiasme Santri dalam Diskusi Bisnis
Para santri terlihat antusias mengikuti jalannya kegiatan hingga akhir. Diskusi semakin menarik ketika para pemateri membagikan pengalaman mengenai perjalanan membangun usaha, tantangan yang dihadapi, serta peluang ekonomi yang dapat dikembangkan melalui pendekatan berbasis syariah.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Katib PCNU Sidoarjo, jajaran pengurus dan manajemen BMT NU Sidoarjo, para santri dari sejumlah pesantren di Kabupaten Sidoarjo, serta tamu undangan lainnya.
Melalui Bincang Bisnis Bersama Santri, BMT NU Sidoarjo ingin memperkuat semangat bahwa santri tidak hanya memiliki peran dalam bidang keagamaan dan sosial. Santri juga memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari penggerak ekonomi melalui usaha yang mandiri, produktif, dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
Kolaborasi antara BMT NU Sidoarjo dan Pesantren Al-Hidayah ini diharapkan dapat menjadi awal dari semakin banyaknya program pemberdayaan ekonomi pesantren. Dengan dukungan pengetahuan, jejaring, pengalaman, dan akses terhadap layanan keuangan syariah, santri diharapkan semakin siap membangun usaha serta mengambil peran dalam memperkuat kemandirian ekonomi umat.

