SIDOARJO – Rapat Anggota Tahunan (RAT) III BMT NU Sidoarjo tidak hanya menjadi momentum penyampaian laporan pertanggungjawaban dan evaluasi kinerja lembaga. Dalam kegiatan yang digelar di Aula PCNU Sidoarjo, Sabtu (14/2/2026), BMT NU Sidoarjo juga menyerahkan zakat kelembagaan kepada LAZISNU PCNU Sidoarjo.
Penyaluran zakat tersebut menjadi salah satu rangkaian penting dalam RAT yang diikuti ratusan anggota dari berbagai wilayah di Kabupaten Sidoarjo. Selain mencerminkan komitmen terhadap pengelolaan keuangan berbasis syariah, penyerahan zakat juga diharapkan dapat memperkuat peran lembaga-lembaga Nahdlatul Ulama dalam pemberdayaan masyarakat.
Ketua LAZISNU PCNU Sidoarjo, Dodi Dliya’uddin, menyampaikan apresiasi atas langkah BMT NU Sidoarjo yang menyisihkan sebagian Sisa Hasil Usaha atau SHU sebagai zakat kelembagaan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BMTNU Sidoarjo yang telah menyisihkan sebagian sisa hasil usahanya menjadi zakat kelembagaan. Insya Allah hasil donasi dari BMTNU Sidoarjo ini akan kami sampaikan kepada mereka yang berhak,” kata Dodi.
Zakat BMT NU Sidoarjo Diharapkan Perkuat Manfaat bagi Masyarakat
Penyerahan zakat kepada LAZISNU PCNU Sidoarjo dalam RAT III menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat pertumbuhan BMT NU Sidoarjo kepada masyarakat. Dana yang disalurkan nantinya akan dikelola dan didistribusikan kepada pihak-pihak yang berhak menerima sesuai dengan program dan ketentuan yang berlaku.
Menurut Dodi, langkah yang dilakukan BMT NU Sidoarjo diharapkan dapat menjadi contoh bagi badan usaha lainnya, terutama lembaga dan unit usaha yang berada dalam lingkungan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Sidoarjo.
Ia berharap ke depan semakin banyak lembaga yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui LAZISNU PCNU Sidoarjo. Tidak hanya badan usaha, partisipasi juga diharapkan datang dari institusi pendidikan beserta para tenaga pendidik dan karyawannya.
“Harapannya, tidak hanya BMTNU saja yang menyetorkan zakatnya melalui LAZISNU PCNU Sidoarjo,” ujarnya.
Dengan semakin luasnya partisipasi dari berbagai lembaga, potensi penghimpunan dana ZIS dapat terus berkembang. Dana tersebut kemudian dapat diarahkan untuk mendukung berbagai program sosial dan pemberdayaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dorong Kolaborasi Permodalan bagi UMKM Dhuafa
Selain penyaluran zakat kelembagaan, LAZISNU PCNU Sidoarjo juga membuka peluang penguatan kerja sama dengan BMT NU Sidoarjo dalam bidang pemberdayaan ekonomi. Salah satu program yang diharapkan dapat dikembangkan adalah dukungan permodalan bagi pelaku UMKM dari kalangan dhuafa.
Melalui kolaborasi tersebut, BMT NU Sidoarjo dapat berperan dalam menyediakan akses pembiayaan, sementara LAZISNU PCNU Sidoarjo diharapkan membantu menanggung sebagian beban biaya yang muncul dalam proses pembiayaan.
“Sehingga, sebagian beban biaya dari proses pembiayaan UMKM dhuafa yang dibebankan BMTNU ditanggung oleh LAZISNU PCNU Sidoarjo,” jelas Dodi.
Kerja sama antara kedua lembaga sebenarnya telah terjalin dalam kegiatan penghimpunan dana. BMT NU Sidoarjo selama ini turut mendukung LAZISNU PCNU Sidoarjo melalui pembukaan rekening yang digunakan untuk kebutuhan penggalangan donasi.
Ke depan, sinergi tersebut diharapkan tidak hanya terbatas pada layanan penghimpunan dana, tetapi juga dapat berkembang ke program pemberdayaan ekonomi. Dengan demikian, dana ZIS dapat memberikan dampak yang lebih luas melalui dukungan terhadap usaha masyarakat yang membutuhkan.
RAT III BMT NU Sidoarjo Catat Pertumbuhan Aset
RAT III BMT NU Sidoarjo juga menjadi momentum penyampaian perkembangan kinerja lembaga selama tahun buku 2025. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BMT NU Sidoarjo, H. Isa Hasanudin, menyampaikan bahwa total aset yang dikelola mengalami peningkatan hingga mencapai sekitar Rp15 miliar.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan perkembangan BMT NU Sidoarjo yang terus berupaya memperluas perannya sebagai lembaga keuangan syariah. Kenaikan aset juga menjadi salah satu modal untuk memperkuat layanan dan memperluas manfaat bagi anggota serta masyarakat.
Selain penyampaian laporan kinerja, kegiatan RAT turut diwarnai dengan penyerahan Sisa Hasil Usaha kepada jajaran PCNU Sidoarjo dan sejumlah MWCNU yang telah berkontribusi melalui pembukaan kantor layanan BMT NU Sidoarjo.
Kehadiran jaringan MWCNU menjadi bagian penting dalam pengembangan jangkauan BMT NU Sidoarjo di berbagai wilayah. Melalui sinergi tersebut, layanan diharapkan semakin dekat dan mudah diakses oleh masyarakat.
Perkuat Ekonomi dan Kepedulian Sosial
RAT III menjadi gambaran bahwa perkembangan lembaga tidak hanya diukur melalui pertumbuhan aset dan peningkatan jumlah layanan. Penyaluran zakat kelembagaan kepada LAZISNU PCNU Sidoarjo juga menjadi bentuk komitmen untuk menghadirkan manfaat sosial dari perkembangan usaha yang telah dicapai.
Acara tersebut semakin semarak dengan pembagian sejumlah doorprize bagi anggota yang hadir. Ratusan anggota dari berbagai wilayah di Kabupaten Sidoarjo turut mengikuti rangkaian RAT hingga selesai.
Melalui pertumbuhan kelembagaan dan penguatan kolaborasi dengan berbagai badan serta lembaga di lingkungan Nahdlatul Ulama, BMT NU Sidoarjo berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan ekonomi masyarakat sekaligus memperluas manfaat sosial melalui pengelolaan keuangan yang berlandaskan prinsip syariah.

